SEJARAH SINGKAT SMPN 1 CURUG

UPT SMPN 1 CURUG

Cakap Edukatif Responsif Dinamis Amanah & Sportif

SMP Negeri 1 Curug Pertama berdiri tahun 1979 dengan status SMP FILIAL Negeri 2 Tangerang. Adapun hingga saat ini kepala sekolah yang telah mengepalai SMPN 1 Curug adalah :

  1. Bapak Omon Rukmana(Tahun1979-1980)

Jumlah siswa angkatan pertama sebanyak 59 orang, dengan tenaga pengajar seluruhnya tenaga honorer dan dibantu oleh Guru Sekolah Dasar, yang terdiri dari:

  1. Bapak Marijo DP. (Guru SD)
  2. Bapak Ahfas Farizi (Guru SD)
  3. Bapak Rasdja (Honorer)
  4. Bapak R.Enda EAS (Honorer)
  5. Bapak Drs.Yusuf Muhammad (Honorer)
  6. Bapak Sugeng Hartoyo (Honorer)
  7. Bapak Dadang Suandana (Guru Agama SD)
  8. Ibu Komariah (Honorer)
  9. Ibu Miharti Harjito (Honorer)

Jumlah siswa angkatan ke dua tahun 1977 sebanyak 147 orang, jadi jumlah siswa kelas 1 dan kelas 2 menjadi; 206 orang. Jumlah siswa angkatan ke tiga tahun 1978 sebanyak 226 orang, sehingga jumlah siswa kelas 1,2,3 sebanyak 419 orang. Dan tahun-tahun berikutnya jumlah pendaftar siswa baru makin banyak, akibatnya melampaui daya tampung.

SMP Negeri 1 Curug awal mulanya menumpang di SMP Persiapan Curug, salah satu SMP Swasta yang lebih dulu berdiri di Kecamatan Curug, sekaligus salah satu sekolah Swasta yang mendapat bantuan dari Pemerintah Swedia. Kegiatan belajar mengajarnya dilakukan pada siang hari, dengan demikian pagi harinya bangunan dapat dipergunakan oleh SMP Filial Negeri 2 Tangerang.

Pada tahun 1978-1979 dibangun gedung SMP Negei Curug oleh Pemda DKI Jakarta, karena pada waktu itu pendidikan menginduk ke Jakarta. Pada tahun 1980 status SMP Filial Negeri 2 Tangerang menjadi SMP Negeri Curug sekaligus mengisi Gedung baru, setelah diresmikan. Adpun peresmiannya dilaksanakan di SMP negeri Sepatan secara simbolik. Kemudian pada tahun 1980 juga terjadi rotasi kepala sekolah, dari Bapak Omon Rukmana, BA kepada Bapak Sudijono, BA.

  1. Bapak Sudijono,BA(Tahu1980-1989)

Pada tahun 1980 pula berkat perjuangan dan upaya bapak Sudijono, BA, 4 orang guru Honorer dapat diangkat menjadi pegawa negeri sipil (PNS) melalui Kanwil Jawa Barat, setelah Pendidikan dilimpahkan dari DKI Jakarta ke Propinsi Jwa Barat dan pada saat yang sama pula penambahan 2 ruang belajar.

  1. Bapak Iman Kusmana(Tahun 1989-1990)

Bapak Iman Kusmana Rotasi dari SMP Negeri Legok dan beliau hanya satu tahun karena memasuki masa purna bakti/Pensiun.

  1. Bapak Alung Sumantri (Tahun 1990-1998)

Pada masa kepemimpinan Bapak Alung Sumantri jumlah pendaftar siswa baru semakin meningkat karena lulusan kelas 6 SD semakin banyak, disebabkan banyaknya SD Inpres di Kecamatan Curug, dan minimnya sekolah lanjutan. Pada masa kepemimpinan beliau terjadi penambahan ruang belajar dengan membuat bangunan tingkat/lantai dua dari anggaran iuran orang tua /anggaran BP3.

  1. Bapak Drs.H.Muhyi Sarifudin (Tahun 1998)

Pada saat itu beliau menjabat sebagai Kepala Depdikbud Kabupaten Tangerang dan menjabat sementara menjadi Kepala Sekolah pada tahun 1998, setelah Bapak Alung Sumatri Pensiun dan sebelum ada Kepala Sekolah yang ditugaskan ke SMP Negeri 1Curug.

  1. Bapak H. Cecep Mukhtar Barjah, BA (Tahun 1998-2002)

Pada masa kepemimpinan Bapak H.Cecep Muchtar Barjah, BA. Penambahan ruang kelas dan ruang guru serta ruang Laboratorium IPA. Serta terjadinya atau tercetusnya ide demokrasi pemilihan pembantu Kepala Sekolah (PKS), yang dipilih langsung oleh seluruh dewan guru dengan mengadakan pemilu PKS.

  1. Ibu Dra.Hj.Endang Koeswarini, MM (Tahun 2002-2008)

Masa kepemimpinan Ibu Dra.Hj.Endang Koeswarini, MM pembangunan fisik / lokal kelas sangat pesat sekali sehingga seluruh bangunan menjadi dua lantai. Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, rombongan belajar yang awalnya 48 orang dikecilkan menjadi 44 orang per rombongan belajar. Dan mencapai 30 Kelas untuk kelas 1.2.dan 3 dengan belajar 2 shiff Pagi dan siang. Seiring berkembangnya Zaman beberapa tahun kemudian, jumlah siswa setiap rombongan belajar dikurangi menjadi 40 orang siswa. Awalnya dari 10 rombongan setiap rumpun kelas di kurang lagi menjadi 9 rombongan belajar dimasing-masing rumpun kelas. Adapun Kegiatan belajar mengajar diubah menjadi 1 shiff pagi hari saja dan hanya sampai hari jumat, sedangkan hari sabtu digunakan untuk kegiatan pengembangan diri dan kegiatan Ekstra kurikuler. Untuk selanjutnya SMPN1 Curug berupaya bebenah diri untuk menuju tingkat yang lebih baik dengan tekat yang kuat untuk menjadi sekolah potensial menuju Sekolah Standar Nasional (SNN).Atas do’a dan kemauan serta usaha yang terus menerus tiada henti pada tahun pelajaran 2007/2008 lerlaksanalah sekolah Potensial. Itu semua atas jerih payah dan usaha serta tekad yang kuat pada era kepemimpinan Ibu Hj Endang Koeswarini,MM.

  1. Ibu Dra.Hj.Siti Nurhayati, M.Pd (Tahun 2008- 2009)

Melanjutkan Program kepala sekolah terdahulu, pemindahan ruang kepala sekolah pembenahan, renovasi Laboratorium IPA, rencana pemusnahan 4 ruang belajar yang sudah tidak dipergunakan akan dibangun mushola dan Laboratorium bahasa.       

Pada masa kepemimpinan Ibu Hj. Dra. Siti Nurhayati ,M.Pd banyak membenahi dan meningkatkan seluruh sumber daya yang ada pada SMPN1 Curug dalam rangka untuk menyongsong ke Sekolah Standar Nasional (SSN) yang sebenarnya dan dapat pula menuju ke Sekolah Berbasis Internasional (SBI). Serta pencanangan lingkungan yang bersih ,indah , penghijauan. Serta terciptanya budaya tertib administrasi.

  1. Bapak Drs. Heri Susanto, M.Pd (Tahun 2009 – …..)

Melanjutkan Program Kepala sekolah terdahulu, pemindahan ruang kepala sekolah , merealisasikan Labiratorium bahasa Inggris, pembenahan ruang kelas unggulan dan kelas olah raga. Terealisasinya kelas unggulan berbasia IT dan adanya kelas olah raga. Pada kepemimpinan ini  diharapkan dapat meningkatkan sumber daya manusia serta prestasi baik dalam bidang akademik maupun non akademik.

  1. Ibu Hj. Nina Yuni Fona, M.M.

Pada masa kepemimpinannya terlaksananya program KEHATI

  1. Bapak Juanda, M.Pd. (Tahun 2021 – sekarang)